Review Film The Last 10 Years: Drama Cinta yang Mengharukan. The Last 10 Years (Kimi no Na wa no Kioku, 2022) karya Michihito Fujii tetap menjadi salah satu drama romansa Jepang paling menyayat hati dalam beberapa tahun terakhir. Hampir empat tahun sejak rilis, film ini masih sering ditonton ulang karena berhasil mengemas kisah cinta yang sederhana tapi sangat emosional dengan cara yang tulus dan tidak berlebihan. Dibintangi Nana Mori dan Kentarō Sakaguchi, film ini mendapat rating 7.3/10 di IMDb dan pujian luas atas kemampuannya membuat penonton menangis tanpa terasa manipulatif. Cerita tentang dua orang yang saling mencintai tapi terpisah oleh penyakit tak kenal ampun ini bukan sekadar drama cinta biasa—ia adalah potret indah tentang waktu, kenangan, dan keberanian mencintai di tengah kepastian kehilangan. BERITA TERKINI
Cerita yang Sederhana tapi Sangat Mengena di Film The Last 10 Years: Review Film The Last 10 Years: Drama Cinta yang Mengharukan
Film ini mengikuti perjalanan Takuya (Kentarō Sakaguchi) dan Sakura (Nana Mori) selama sepuluh tahun terakhir kehidupan Sakura yang terdiagnosis penyakit Alzheimer dini. Mereka bertemu di usia 20-an, jatuh cinta, menikah, dan berjanji akan bersama selamanya—tapi penyakit Sakura perlahan mencuri ingatannya. Takuya memilih tetap berada di sisinya, mencatat setiap hari dalam buku harian agar Sakura bisa “mengingat” kembali cerita mereka setiap kali ia lupa. Yang membuat film ini begitu kuat adalah pendekatan yang sangat realistis: tidak ada keajaiban medis, tidak ada plot twist dramatis. Hanya dua orang yang berusaha mempertahankan cinta di tengah ingatan yang semakin pudar. Adegan-adegan kecil seperti Takuya membacakan buku harian setiap pagi, Sakura yang tersenyum meski lupa siapa suaminya, atau momen mereka menonton video pernikahan bersama terasa sangat menyentuh karena terasa nyata dan tidak dilebih-lebihkan.
Penampilan Nana Mori dan Kentarō Sakaguchi yang Luar Biasa di Film The Last 10 Years: Review Film The Last 10 Years: Drama Cinta yang Mengharukan
Nana Mori sebagai Sakura memberikan penampilan yang sangat lembut dan menghancurkan hati. Transisinya dari gadis ceria menjadi wanita yang perlahan kehilangan ingatan terasa alami dan penuh rasa sakit. Kentarō Sakaguchi sebagai Takuya juga luar biasa: pria yang awalnya biasa-biasa saja, lalu menjadi suami yang setia dan sabar tanpa pernah mengeluh. Chemistry keduanya terasa sangat hangat dan tulus—dari kencan pertama yang manis hingga momen-momen akhir yang penuh air mata. Sinematografi yang lembut dan warna-warna hangat memperkuat nuansa melankolis, sementara musik latar karya Yoko Kanno minimalis tapi sangat mendukung emosi. Tidak ada adegan berlebihan atau efek dramatis murahan—semua ketegangan dan haru datang dari ekspresi wajah dan dialog sederhana yang penuh makna.
Tema Cinta, Kehilangan, dan Kenangan
The Last 10 Years bukan sekadar cerita tentang Alzheimer—ia adalah meditasi tentang apa arti cinta ketika ingatan mulai hilang. Film ini menunjukkan bahwa cinta sejati tidak bergantung pada ingatan, tapi pada perasaan yang tertanam dalam hati. Takuya tetap mencintai Sakura meski Sakura lupa siapa dia, dan Sakura tetap merasakan kehangatan meski tidak ingat kenapa ia merasa bahagia. Pesan akhirnya sederhana tapi sangat kuat: kenangan bisa hilang, tapi cinta yang pernah ada tetap ada dalam bentuk yang berbeda—dalam kebiasaan, sentuhan, dan tatapan mata.
Kesimpulan
The Last 10 Years adalah drama romansa Jepang yang langka: lembut, realistis, dan sangat menyentuh tanpa perlu adegan dramatis berlebihan. Penampilan luar biasa Nana Mori dan Kentarō Sakaguchi, arahan Michihito Fujii yang sensitif, serta cerita yang penuh makna membuat film ini layak disebut salah satu karya terbaik Jepang dalam genre drama romansa. Jika kamu mencari film yang membuatmu menangis karena haru, merenung tentang cinta dan kehilangan, serta merasakan kehangatan di tengah kesedihan, film ini adalah tontonan wajib. Tidak ada happy ending sempurna—hanya rasa syukur atas waktu yang pernah indah. Nonton sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali menonton ulang, kamu akan menangis di tempat yang sama, tapi dengan perasaan yang semakin dalam. The Last 10 Years bukan sekadar film cinta; ia adalah pengingat bahwa cinta yang paling indah kadang hanya bertahan sepuluh tahun—tapi kenangannya bisa selamanya.

