Review Film The Idea of You: Cinta Tak Terduga

Review Film The Idea of You: Cinta Tak Terduga

Review Film The Idea of You: Cinta Tak Terduga. Film The Idea of You (2024) yang dibintangi Anne Hathaway dan Nicholas Galitzine, tayang perdana di Prime Video pada Mei 2024 dan hingga Februari 2026 masih menjadi salah satu romansa paling hangat dibicarakan di kalangan penonton dewasa. Diadaptasi dari novel karya Robinne Lee (2017) dengan nuansa semi-autobiografis, film ini mengisahkan Solène Marchand (Anne Hathaway), seorang ibu tunggal berusia 40 tahun yang secara tak terduga jatuh cinta dengan Hayes Campbell (Nicholas Galitzine), vokalis boyband populer berusia 24 tahun bernama August Moon. Dengan durasi 115 menit, The Idea of You berhasil mengemas cerita “age-gap romance” yang sering dikritik menjadi narasi dewasa, sensitif, dan penuh chemistry tanpa jatuh ke klise murahan. Rating rata-rata penonton mencapai 6,8/10, dengan pujian khusus pada performa Anne Hathaway dan pendekatan yang tidak menghakimi hubungan beda usia. BERITA VOLI

Alur Cerita yang Manis tapi Realistis: Review Film The Idea of You: Cinta Tak Terduga

Cerita dimulai ketika Solène, pemilik galeri seni kecil di Los Angeles dan ibu dari remaja putri berusia 16 tahun, terpaksa mengantar anaknya ke festival musik Coachella. Di sana ia bertemu Hayes secara tak sengaja—pertemuan yang awalnya canggung tapi cepat berubah menjadi chemistry kuat. Hayes, yang lelah dengan kehidupan selebriti dan tekanan boyband, menemukan kenyamanan dalam kedewasaan dan ketenangan Solène. Hubungan mereka berkembang secara rahasia: pesan-pesan malam, pertemuan diam-diam di hotel, dan akhirnya kencan terbuka yang membuat dunia maya meledak.
Alur tidak terburu-buru menuju happy ending. Film menunjukkan sisi gelap hubungan selebriti: paparazzi yang mengintai, komentar kejam di media sosial tentang “cougaring”, tekanan dari manajemen boyband, dan konflik dengan anak Solène yang merasa malu. Puncak cerita terjadi ketika hubungan mereka terbongkar dan Solène harus memilih antara melindungi harga diri serta privasinya atau mempertahankan cinta yang terasa sangat nyata. Ending film terasa bittersweet dan dewasa—tidak memaksa “selamanya bersama”, tapi juga tidak menghancurkan harapan.

Performa Anne Hathaway dan Nicholas Galitzine yang Kuat: Review Film The Idea of You: Cinta Tak Terduga

Anne Hathaway memberikan penampilan yang sangat hangat dan relatable sebagai Solène—wanita yang percaya diri di dunia seni tapi merasa tidak yakin saat berhadapan dengan dunia muda dan glamor. Ekspresinya saat membaca komentar negatif di ponsel atau saat berdebat dengan anaknya terasa sangat autentik. Nicholas Galitzine sebagai Hayes berhasil menghindari stereotip “boybander dangkal”; ia memerankan karakter yang rentan, lucu, dan tulus mencintai Solène meski tahu hubungan mereka akan dihakimi habis-habisan. Chemistry mereka terasa nyata—dari tatapan mata hingga adegan intim yang sensual tapi tidak vulgar.
Pemeran pendukung seperti Reid Scott (mantan suami Solène) dan Ella Rubin (putri Solène) juga memberikan kontribusi emosional yang kuat, terutama dalam konflik keluarga yang terasa sangat manusiawi.

Sinematografi dan Musik yang Mendukung Suasana Romantis: Review Film The Idea of You: Cinta Tak Terduga

Sinematografi oleh John Mathieson menggunakan warna-warna hangat dan pencahayaan alami yang membuat Los Angeles dan festival musik terasa hidup dan romantis. Adegan-adegan intim difilmkan dengan lembut dan estetis, fokus pada ekspresi wajah dan sentuhan kecil daripada eksploitasi tubuh. Penggunaan musik yang dipilih dengan cermat—termasuk lagu-lagu August Moon yang dibuat khusus—membuat transisi emosi terasa mulus. Soundtrack asli yang diciptakan untuk boyband fiksi itu terasa cukup meyakinkan sebagai lagu pop modern.

Makna Lebih Dalam: Cinta Beda Usia dan Tekanan Sosial

Di balik cerita romansa, The Idea of You adalah kritik halus terhadap standar ganda masyarakat terhadap hubungan beda usia. Ketika pria yang lebih tua berpasangan dengan wanita muda, jarang ada kontroversi besar; tapi sebaliknya, wanita yang lebih tua sering dihakimi sebagai “predator” atau “desperate”. Film ini tidak menghindari isu itu—ia justru menunjukkan komentar kejam di media sosial dan reaksi negatif dari lingkungan Solène. Namun narasi tetap berpihak pada Solène: ia bukan predator, melainkan wanita dewasa yang menemukan kembali gairah hidup melalui hubungan yang tulus.
Lagu ini juga bicara tentang keberanian mencintai tanpa mempedulikan pandangan orang lain, dan bahwa cinta yang sehat tidak harus sempurna atau sesuai ekspektasi masyarakat. Hayes dan Solène sama-sama belajar bahwa cinta sejati bukan tentang usia atau status, melainkan tentang saling melihat dan menerima satu sama lain apa adanya.

Kesimpulan

The Idea of You adalah romansa modern yang langka: manis sekaligus realistis, sensual sekaligus dewasa, dan menghibur tanpa terasa klise. Kekuatan utamanya terletak pada chemistry luar biasa antara Anne Hathaway dan Nicholas Galitzine, arahan yang sensitif, dan pesan yang tidak menghakimi hubungan beda usia. Film ini berhasil menjadi cerita cinta yang relatable bagi penonton dewasa—membuat mereka tersenyum, menangis, dan diam-diam berharap “mungkin aku juga pantas dicintai seperti itu”. Jika kamu mencari romansa yang tidak hanya manis tapi juga punya substansi tentang self-worth, tekanan sosial, dan keberanian mencintai lagi di usia matang, The Idea of You adalah pilihan yang sangat tepat. Tonton sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali ditonton ulang, kamu akan semakin menghargai pesan bahwa cinta yang tulus tidak mengenal batas usia atau pandangan orang lain. Film ini bukan sekadar rom-com; ia adalah pengingat bahwa kadang “kembali ke pelukan mantan” bukan tentang nostalgia, melainkan tentang menemukan kembali diri sendiri melalui cinta yang tak terduga. Dan itu, pada akhirnya, adalah kisah cinta yang paling indah.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *