Review Film Daylight. Film Daylight (1996) tetap menjadi salah satu film bencana terowongan paling ikonik dan penuh adrenalin hingga tahun 2026. Cerita ini mengisahkan Jack Mantel, mantan kepala tim penyelamat darurat New York yang kini bekerja sebagai pengemudi truk, terjebak di dalam terowongan Holland yang runtuh akibat kecelakaan truk berbahan berbahaya. Ketika ledakan dan kebakaran memutus semua akses keluar, Jack harus memimpin sekelompok penyintas—termasuk mantan istrinya Madelyne dan putrinya Ashley—untuk mencari jalan keluar sebelum oksigen habis dan air laut membanjiri terowongan. Dengan durasi 114 menit yang padat, film ini menawarkan ketegangan konstan, aksi penyelamatan yang intens, dan drama keluarga yang tulus. Di tengah maraknya berita tentang kecelakaan terowongan dan bencana bawah tanah belakangan ini, Daylight terasa semakin relevan sebagai pengingat betapa rapuhnya keselamatan di ruang tertutup. BERITA BASKET
Rekonstruksi Kecelakaan Terowongan yang Sangat Mencekam: Review Film Daylight
Film ini langsung membangun ketegangan sejak menit pertama. Kecelakaan dimulai ketika truk berbahan kimia berbahaya menabrak dinding terowongan Holland, menyebabkan ledakan besar dan kebakaran yang memutus semua akses keluar. Terowongan yang tadinya sibuk lalu lintas menjadi neraka tertutup: api menyala di kedua ujung, asap tebal memenuhi ruang, dan air laut mulai merembes masuk dari Hudson River.
Rekonstruksi terasa sangat realistis untuk standar tahun 1996. Adegan ledakan, runtuhnya langit-langit terowongan, dan air yang naik perlahan dibuat dengan efek praktikal yang kuat—air sungguhan, set fisik raksasa, dan suara gemuruh yang menggetarkan. Saat Jack dan penyintas berjuang melewati koridor penuh puing, terowongan yang terbalik, atau ruang mesin yang banjir, rasa claustrophobia terasa nyata. Film tidak berlebihan dengan efek visual; ia mengandalkan suara deru air, jeritan panik, dan kegelapan yang semakin pekat untuk membangun teror psikologis.
Drama Keluarga dan Kepemimpinan di Saat Krisis: Review Film Daylight
Di tengah ancaman mati lemas atau terbakar hidup-hidup, inti cerita adalah perjuangan Jack Mantel sebagai pemimpin tak resmi. Ia bukan pahlawan sempurna—mantan kepala tim penyelamat yang dipecat karena kesalahan masa lalu, kini harus menghadapi rasa bersalah dan tanggung jawab atas nyawa orang-orang di sekitarnya. Mantan istrinya Madelyne dan putrinya Ashley menjadi taruhan emosional utama: Jack harus menyelamatkan mereka sambil memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
Konflik keluarga disampaikan dengan sederhana tapi efektif—tanpa dialog panjang atau drama berlebihan. Saat Jack memutuskan untuk memimpin kelompok melewati rute berbahaya, atau ketika ia harus meninggalkan penyintas lain demi menyelamatkan keluarganya, film menunjukkan sisi manusiawi dari kepemimpinan di saat krisis. Akting Sylvester Stallone sebagai Jack membawa karisma yang kuat—ia terasa sebagai orang biasa yang dipaksa menjadi pahlawan, bukan superhero. Penyintas lain seperti dokter, pengacara, dan remaja yang panik menambah warna tanpa mencuri perhatian.
Kelemahan Narasi dan Kekuatan yang Masih Relevan
Beberapa kelemahan terlihat jelas: subplot romansa dan rekonsiliasi keluarga terasa agak klise, dan beberapa keputusan karakter terlihat terlalu heroik untuk ukuran manusia biasa. Akurasi teknis tentang struktur terowongan dan fisika banjir juga tidak sepenuhnya sempurna. Namun dalam genre bencana, hal-hal seperti itu tidak terlalu mengganggu—penonton datang untuk sensasi, bukan kuliah teknik sipil.
Kekuatan terbesar Daylight terletak pada pendekatan survival di ruang tertutup yang tanpa ampun. Tidak ada penyelamatan dari luar atau teknologi canggih; hanya keberanian, kerja sama, dan keputusan sulit di tengah kegelapan. Di tahun 2026, ketika insiden terowongan, kecelakaan bawah tanah, dan bencana kota semakin sering menjadi berita, film ini terasa seperti pengingat tajam tentang kerentanan infrastruktur dan pentingnya kesiapan darurat.
Kesimpulan
Daylight adalah film bencana yang sukses besar dalam menyajikan pengalaman survival terowongan yang mencekam dan tanpa henti. Rekonstruksi kecelakaan yang intens dipadukan dengan drama keluarga yang tulus, menciptakan pengalaman sinematik yang sekaligus menegangkan dan mengharukan. Di tahun 2026, ketika risiko bencana bawah tanah semakin menjadi perhatian, film ini terasa lebih dari sekadar hiburan—ia menjadi pengingat kuat tentang betapa kecilnya manusia di ruang tertutup yang mematikan. Jika Anda mencari tontonan yang membuat jantung berdegup kencang dari awal hingga akhir, Daylight tetap jadi salah satu pilihan terbaik dalam genre bencana terowongan. Terowongan runtuh, air naik, dan manusia berjuang—semua disajikan dengan cara yang langsung, brutal, dan sangat manusiawi.

