Review Film A Star Is Born

Review Film A Star Is Born

Review Film A Star Is Born. Film A Star Is Born versi 2018 tetap menjadi salah satu drama musik paling menyentuh dan banyak dibicarakan hingga kini, terutama karena chemistry luar biasa antara Bradley Cooper dan Lady Gaga yang membuat cerita cinta tragis ini terasa sangat hidup dan autentik. Disutradarai oleh Bradley Cooper sendiri dalam debut penyutradaraannya, film ini mengisahkan Jackson Maine, seorang musisi rock-country yang sudah mapan tapi sedang berjuang melawan kecanduan, yang menemukan bakat besar pada Ally, seorang penyanyi berbakat yang belum dikenal. Dengan durasi 136 menit, film ini tidak hanya tentang naik-turun karier musik, tapi juga tentang cinta, pengorbanan, dan dampak ketenaran terhadap hubungan pribadi. Soundtrack asli yang mendominasi chart global serta penampilan live mereka di panggung membuat film ini terasa seperti pengalaman konser sekaligus kisah cinta yang mengharukan, menjadikannya salah satu film paling emosional tentang dunia musik modern. REVIEW FILM

Penampilan Lady Gaga dan Bradley Cooper yang Memukau: Review Film A Star Is Born

Lady Gaga dalam peran Ally memberikan penampilan terbaik dalam karier aktingnya—ia tidak hanya menyanyi dengan suara mentah dan penuh emosi, tapi juga berhasil menampilkan kerentanan seorang wanita yang ragu dengan bakatnya hingga akhirnya menemukan kepercayaan diri melalui cinta dan dukungan Jackson. Transformasinya dari penyanyi bar yang insecure menjadi bintang pop global terasa sangat alami dan meyakinkan, terutama di adegan-adegan panggung yang direkam live tanpa lip-sync. Bradley Cooper sebagai Jackson Maine juga luar biasa—ia tidak hanya memerankan rocker yang karismatik tapi juga pria yang rapuh karena kecanduan dan rasa bersalah masa lalu. Chemistry antara keduanya terasa nyata, baik di momen intim di mobil saat pertama bertemu maupun di panggung besar saat Ally tampil dengan dukungan Jackson. Penampilan mereka berdua membuat penonton ikut merasakan jatuh cinta, harapan, serta keputusasaan yang menyakitkan, menjadikan film ini lebih dari sekadar remake—ia menjadi cerita baru yang sangat manusiawi.

Musik dan Soundtrack yang Menjadi Jiwa Film: Review Film A Star Is Born

Musik dalam A Star Is Born bukan sekadar latar belakang, melainkan karakter utama yang mendorong narasi maju dan menyatukan emosi seluruh cerita. Lagu-lagu asli seperti “Shallow”, “Always Remember Us This Way”, dan “I’ll Never Love Again” ditulis dan dinyanyikan langsung oleh Lady Gaga serta Bradley Cooper, dengan produksi yang melibatkan anggota band rock sungguhan sehingga terasa autentik dan hidup. Adegan rekaman studio serta penampilan panggung direkam live, memberikan energi mentah yang jarang ditemui di film musik lainnya—suara crowd yang bergemuruh, gitar yang menggelegar, serta vokal Gaga yang pecah di momen emosional membuat penonton ikut merinding. Soundtrack ini berhasil mendominasi chart global dan memenangkan banyak penghargaan karena tidak hanya bagus sebagai lagu, tapi juga sangat selaras dengan cerita—setiap lagu mencerminkan fase hubungan Jackson dan Ally, dari harapan awal hingga keputusasaan akhir. Musik menjadi jembatan yang membuat penonton tidak hanya menonton, tapi benar-benar merasakan perjalanan emosional kedua karakter.

Penggambaran Cinta, Ketergantungan, dan Tragedi

A Star Is Born mengeksplorasi tema cinta yang rumit di dunia hiburan dengan cara yang jujur dan menyakitkan—hubungan Jackson dan Ally dimulai dari dukungan tulus, tapi perlahan tergerus oleh kecanduan Jackson serta tekanan ketenaran yang membuat Ally harus memilih antara karier dan menyelamatkan pasangannya. Film ini tidak menghindari sisi gelap kecanduan—adegan overdosis, pertengkaran, serta perjuangan Jackson untuk tetap relevan terasa sangat realistis tanpa terlalu dramatisasi. Penggambaran bagaimana ketenaran bisa menghancurkan seseorang yang sudah rapuh menjadi inti cerita, sementara Ally mewakili perjuangan menjadi diri sendiri di industri yang menuntut perubahan. Akhir film yang tragis namun penuh makna meninggalkan kesan mendalam—bukan sekadar kisah cinta bahagia, melainkan tentang pengorbanan demi orang yang dicintai dan warisan yang ditinggalkan melalui musik. Pendekatan ini membuat film terasa lebih dalam dibandingkan remake sebelumnya, karena fokus pada emosi manusiawi daripada glamour industri musik.

Kesimpulan

A Star Is Born adalah film yang berhasil menggabungkan drama cinta tragis dengan kekuatan musik luar biasa, menjadikannya salah satu karya paling memorable tentang ambisi, kecanduan, dan pengorbanan dalam dunia hiburan. Penampilan Rami Malek-level dari Lady Gaga dan Bradley Cooper, ditambah soundtrack asli yang ikonik serta adegan panggung yang hidup, membuat film ini terasa seperti pengalaman konser sekaligus kisah cinta yang menyayat hati. Meski ada kritik kecil soal pacing di bagian tengah, keseluruhan cerita tetap kuat dan emosional hingga akhir yang mengharukan. Bagi penggemar musik, drama, atau siapa saja yang pernah merasakan jatuh cinta sambil mengejar mimpi, film ini memberikan pengalaman yang sulit dilupakan—sebuah pengingat bahwa kesuksesan besar sering datang dengan harga pribadi yang mahal. A Star Is Born bukan sekadar biografi musik, melainkan potret manusiawi tentang cinta, bakat, dan kehancuran yang tetap relevan dan menyentuh lintas generasi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *