Review Film Twisters 2: Sequel Badai yang Lebih Seru? Twisters 2 yang resmi tayang sejak akhir Desember 2025 langsung jadi salah satu blockbuster aksi petualangan paling dinanti awal 2026. Melanjutkan kisah Kate Carter (Daisy Edgar-Jones) dan Tyler Owens (Glen Powell) setelah badai besar di film pertama, sekuel ini membawa mereka ke wilayah tornado paling mematikan di Amerika: Tornado Alley pada musim puncak 2026. Disutradarai Lee Isaac Chung kembali, film berdurasi 124 menit ini berhasil meraup lebih dari US$520 juta secara global hingga pertengahan Januari 2026 dari budget sekitar US$180 juta. Rating Rotten Tomatoes mencapai 81% dari kritikus dan 93% dari penonton—angka penonton yang sangat tinggi menunjukkan film ini benar-benar disukai. Dengan adegan badai yang lebih besar, efek visual lebih realistis, dan chemistry Powell-Edgar-Jones yang semakin kuat, banyak yang bilang ini sequel yang lebih seru dari pendahulunya. Tapi apakah benar Twisters 2 berhasil naik level, atau cuma mengulang formula dengan skala lebih besar? BERITA BASKET
Adegan Badai yang Lebih Epik dan Realistis di Film Twisters 2: Review Film Twisters 2: Sequel Badai yang Lebih Seru?
Twisters 2 naik level signifikan dalam hal visual dan destruksi badai. Efek spesial kali ini lebih realistis berkat kombinasi efek praktis dan CGI yang sangat mulus—tornado raksasa yang menghancurkan kota kecil, multiple vortex yang muncul bersamaan, dan gelombang kejut yang membuat tanah bergoyang terasa sangat nyata. Adegan klimaks di kota kecil Oklahoma menjadi salah satu sequence action terbaik tahun 2025—tornado menghancurkan bangunan, mobil terbang, petir menyambar, dan karakter berlari di tengah badai dengan intensitas tinggi. Skala badai lebih besar dari film pertama, dengan tambahan elemen seperti badai supercell, hail raksasa, dan tornado yang berbelok arah tiba-tiba. Pencahayaan malam hari dengan warna oranye api kontras dengan biru gelap langit badai membuat setiap frame terasa dramatis. Musik dan sound design juga naik level—dentuman bass saat tornado mendekat dan suara angin yang menggelegar membuat penonton ikut merasakan kekuatan alam yang luar biasa.
Chemistry Glen Powell dan Daisy Edgar-Jones yang Makin Kuat: Review Film Twisters 2: Sequel Badai yang Lebih Seru?
Glen Powell sebagai Tyler Owens semakin matang—karakternya lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, tapi tetap punya sisi liar dan humor kering yang membuatnya menyenangkan. Daisy Edgar-Jones sebagai Kate Carter juga tampil lebih kuat—ia berhasil membawa rasa trauma masa lalu yang lebih dalam dan tekad untuk menghentikan badai dengan teknologi baru. Chemistry keduanya terasa sangat alami—dari pertengkaran awal hingga momen saling percaya di tengah badai, mereka seperti pasangan yang benar-benar saling melengkapi. Cast pendukung seperti Brandon Perea sebagai Boone dan Sasha Lane sebagai Dani menambah dinamika tim yang lucu dan hangat, sementara Anthony Ramos sebagai Javi membawa konflik internal yang cukup menarik. Ensemble cast ini terasa kompak dan membuat penonton peduli pada nasib mereka di tengah badai.
Kelemahan Cerita dan Perbandingan dengan Film Pertama
Meski visual dan aksi sangat kuat, cerita menjadi kelemahan utama. Plot terasa cukup sederhana dan predictable—tim pengejar tornado menghadapi badai terbesar, ada konflik internal, dan ending yang heroik. Banyak penonton merasa cerita terlalu bergantung pada romansa dan kurang punya kedalaman ilmiah atau ketegangan seperti film pertama. Dibandingkan Twisters (2024) yang lebih fokus pada trauma dan penyembuhan, sekuel ini lebih banyak aksi dan destruksi—bagi sebagian penggemar ini terasa lebih seru, tapi bagi yang menyukai kedalaman psikologis film pertama, bisa terasa kurang dalam. Ada juga kritik bahwa villain (perusahaan teknologi cuaca) terlalu klise dan kurang mengancam.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut sangat antusias—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak yang nonton berulang untuk adegan badai dan chemistry Powell-Edgar-Jones. Box office US$520 juta menunjukkan sukses komersial yang luar biasa untuk film disaster. Di media sosial, klip tornado raksasa dan momen “riding the storm” versi baru jadi viral. Film ini juga berhasil membuka diskusi soal perubahan iklim, teknologi cuaca, dan trauma pribadi di tengah bencana alam. Banyak yang bilang ini bukti bahwa sekuel legacy bisa sukses besar kalau tetap setia pada semangat asli sambil menambahkan elemen modern. Sekuel atau spin-off sudah diumumkan untuk 2027, menunjukkan kepercayaan studio terhadap arah baru ini.
Kesimpulan
Twisters 2 adalah sequel badai yang berhasil jadi lebih seru, lebih megah, dan lebih intens dibanding film pertama. Visual tornado yang memukau, performa Glen Powell dan Daisy Edgar-Jones yang sangat kuat, serta pendekatan yang tetap menghibur meski punya pesan serius membuat film ini layak ditonton di bioskop besar. Meski cerita agak sederhana dan beberapa bagian terasa predictable, film ini tetap jadi blockbuster yang sangat menyenangkan dan memuaskan. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu suka film disaster, action dengan efek visual memukau, dan romansa ringan di tengah bahaya. Kalau suka Twisters (2024), Twister (1996), atau Geostorm, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan mata lebar dan jantung yang siap berdegup kencang. Franchise badai ini hidup kembali dengan cara yang tepat—dan kali ini terasa lebih besar dan lebih seru dari sebelumnya. Layak dapat tempat spesial di daftar tontonan 2025–2026.

